Mari Bersama meneliti sifat Ikhtiar manusia

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Mari Bersama meneliti sifat Ikhtiar manusia

Post  Admin on Tue Mar 01, 2011 7:58 pm

Saya ingin berdiskusi dg para dudungers, jadi mohon partisipasinya,,, Wink Wink

sebenarnya ini masuk dalam pembahasan takdir. tapi lebih enak membuat thread sendiri, agar pembahasannya bisa melebar serta mencakup semua inti persoalan dari takdir itu sendiri. Dulu saya pernah menulis "pembahasan mantiqi tentang qadha dan qadar", tapi itu masih sangat abstrak sekali. Dan hanya menggunakan dalil 'aqli saja. Nah sekarang, saya minta pendapat-pendapat dudungers, khususnya pada dalil naqli dan 'aqli, tidak hanya 'aqli, tidak juga hanya naqli, tapi keduanya, yang berkisar pada pembahasan qadha dan qadar dan cakupannya. Ok...gini..

Allah itu punya sifat iradah. jika diterjemahkan berarti berkehendak. Manusia punya sifat ikhtiar, artinya bisa memilih. Jika allah berkehendak pada manusia, apakah mungkin ? sedangkan manusia mempunyai sifat ikhtiar ? atau kehendak allah hanya pada benda jumud ( bintang, matahari dll )

Ridha allah, singkatnya adalah segala perbuatan yang direstui oleh allah. Allah menjadikan segala sesuatu yang terjadi menuai hikmah. Jika kita melakukan kejelekan, orang biasanya bilang, pasti ada hikmahnya. Dan perbuatan jelek tentu bukan termasuk perbuatan yang di ridhai allah. misalkan, ada suami istri. si suami selingkuh...kemudian bertobat karena melihat kesetiaan si istri setiap harinya. dan setelah bertaubat, justru menjadikan suami tambah sayang pada istri. ya,,inilah hikmah. Tapi, kenapa allah menjadikan sarana untuk bertaubat justru dari hal yang tidak di ridhai ? bertambah rasa sayangnya suami pada istri bukankah tidak harus dg selingkuhnya suami ? singkatnya...kenapa allah menjadikan hikmah justru dari perbuatan yang tidak di ridhai ?

Apakah maksud dari ayat surat yasin "Kun Fayakun" ? apakah sesimpel, jika allah menghendaki, maka Fayakun ( pasti terjadi ) ? ayatnya seperti ini : Idza arada syaian an yaqula lahu kun fayakun ( jika allah menghendaki sesuatu, maka tinggal mengucapkan Kun, maka Fayakun ( terjadilah ).

Apakah doa benar benar dikabulkan ? bukankan semua kejadian sudah tertulis di lauh mahfudz ? berarti kalau allah mengabulkan doa, bahasa mantiqnya, berarti allah sabaqaljahl ( Pernah Bodoh terhadap sesuatu ). Padahal allah tidak mungkin tidak tahu terhadap semua kejadian..

Admin
Admin

Jumlah posting : 33
Join date : 01.03.11

Lihat profil user http://belianet.indonesianforum.net

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik